Latest Entries »

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat kita pisahkan dari alur jalan hidup kita. Keduanya memang tidak dapat kita pisahkan. Keduanya berjalan searah dan serasi. Namun, masih banyak orang bahkan para pendidik sekali pun masih awam mengenai hal ini. Masih banyak yang kurang faham terhadap membedakan keduanya.

Sebenarnya pertumbuhan itu banyak berkaitan kedalam hal fisik sedangkan sebaliknya untuk perkembangan itu menilai dari segi psikis.Dalam era yang serba modern ini, banyak cara yang dapat kita gunakan untuk mengenalisisnya. Banyak teori-teori yang menunjangnya.

Awamnya kita dalam memahami perbedaan ini membuat kita sering salah tafsir terhadap keduanya. Sehingga kita seolah-olah di bodohi oleh itu semua padahal itu sangat mudah dan sangat dangkal.

 

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah yang dapat kami ambil adalah:

  1. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan?
  2. Apa saja ciri-ciri dari pertumbuhan dan perkembangan itu ?
  3. Bagaimanakah prispip tumbuh dan kembang manusia?
  4. Faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia?
  5. Bagaimana tahap tumbuh kembang manusia?
  6. Apa saja teori yang membahas tentang pertumbuhan dan perkembangan manusia?
  7. Apa saja tugas perkembangan manusia?

 

 

  1. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar kita semua mengerti dan memahami hal-hal yang berkaitan dengan:

  1. Pengertian pertumbuhan dan perkembangan.
  2. Ciri pertumbuhan dan perkembangan.
  3. Prinsip pertumbuhan dan perkembangan.
  4. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.
  5. Tahap-tahap tumbuh kembang.
  6. Teori-teori yang membahas pertumbuhan dan perkembangan.
  7. Tugas perkembangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

 

  1. A.  Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

 

Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, baik volume, bobot, dan jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke asal). Sedangkan, perkembangan adalah perubahan atau diferensiasi sel menuju keadaan yang lebih dewasa

Dalam pemahaman lain, kata tumbuh  berbeda dengan perkambangan. Pribadi yang bertumbuh mengandung arti yang berbeda dengan pribadi yang berkambang. Oleh karena itu dibedakan antara pertumbuhan dan perkembangan. Dalam pribadi manusia baik jasmaniah maupun rohaniah, terdapat dua bagian yang berbada sebagai kondisi yang menjadikan pribadi manusia berubah menuju kearah kesempurnaan. Adapun dua bagian kondisional pribadi manusia itu meliputi:

  1. Bagian pribadi material yang kuantitatif
  2. Bagian pribadi fungsional yang kualitatif,

Kenyataan itulah yang melahirkan perbadaan konsep antara pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada material sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan dari tidak ada menjadi ada, dari sedikit menjadi banyak, dan sebaginya. Ini tidak berarti, bahwa pertumbuhan itu hanya berlaku pada hal-hal yang bersifat kuantitatif, karena tidak selamnya material itu kuantitatif.

Dari uraian di atas dapatlah kita merumuskan arti perumbuhan pribadi sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan.

Perkembangan ialah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada mata fungsi organ-organ jasmaniah, bukan organ-organ jasmaniahnya itu sendiri. Penekanan arti perkembangan itu terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang disandang oleh organ-organ fisik, perkembangan akan berlanjut terus hingga manusia mengakhiri hayatnya. Sementara itu pertumbuhan hanya terjadi sampai manusia mencapai kematangan fisik. Yang artinya, orang tak akan bertambah tinggi atau besar jika batas pertumbuhan tubuhnya telah mencapai tingkat kematangan.

Selanjutnya, pembahasan mengenai perkembangan ronah-ronah psiko-fisik pada bagian ini akan penyusun fokuskan pada proses-proses perkembangan yang dipandang memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan belajar siswa. Proses perkambangan tersebut meliputi:

  1. Perkembangan motor (motor development), yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak (motor skills).
  2. Perkembangan kognitif (cognitive development), yakni  perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan atau kecerdasan otak anak.
  3. Perkembangan sosial dan moral (social and moral development), yakni proses perkambangan mental yang berhubungan dengan perubahan-perubahan cara anak dalam berkomunikasi dengan obyek atau orang lain, baik sebagai individu maupun sebagi kelompok.

Pertumbuhan adalah proses perubahan jasmani yang terjadi sampai mencapai kematangan fisik yang bersifat kuantitatif yang dialami oleh individu yang satu dengan yang lain berbeda.
Sedangkan perkembangan adalah perubahan individu yang lebih ke arah rohaniah yang menjadi unik untuk setiap individu, karena perkembangan individu berbeda, perkembangan juga memiliki pola-pola tersendiri yang khas yang hanya bisa diamati tanpa bisa diukur.

 

  1. B.  Ciri-ciri pertumbuhan dan Perkembangan

 

Pertumbuhan dan perkembangan dapat kita lihat dari tingkatan umur. Yaitu aspeknya :

  1. Perubahan dalam aspek fisik dan psikis

Fisik semakin besar dan tampak tanda-tanda seksualitas sekunder.  Mulai mampu berfikir rasional.

  1. Perubahan dalam proporsi

Terjadi dalam perkembangan mental. Perbandingan antara yang reel yang khayal dengan hal yang rasional semakin besar.

  1. Lenyapnya tanda-tanda yang lama

Kemampuan yang lama ada kini berubah. Misalnya bayi yang dulunya berbicara susu tapi ia bicaranya cucu.

  1. Diperoleh tanda-tanda baru

Baik dalam pengelolaan kata ataupun pengetahuan lainnya.

 

  1. C.  Prinsip tumbuh kembang manusia

 

            Prinsip pertumbuhan dan perkembangan manusia adalah:

  1. Perkembangan tidak terbatas dalam arti tumbuh menjadi besar namun merupakan rangkaian yang bersifat progesif, teratur, koheren dan berkesinambungan. Artinya bahwa dalam tahap perkembangan selalu ada keterkaitan dan tidak dapat saling terlepas.
  2. Perkembangan selalu menuju prosesdiferensiasi dan integrasi.Proses diferensiasi merupakan suatu kesatuan dan tidak dapat di pisahkan.
  3. Perkembangan di mulai dari respon-respon yang sifatnya umum menuju yang khusus.
  4. Perkembangan terjadi secara berantai.Artinya bahwa perkembangan pada manusia terjadi secara teratur misalnya perkembangan pada bayi mulai dari memiringkan badan, tengkurap, menganakat kepala, duduk, merangkak, berjalan, berbicara dan seterusnya.
  5. Setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan yang berbeda-beda.Karena perkembangan baik fungsi jasmani maupun rohani pada anak ada yang berkembang secara cepat dan ada juga yang berjalan secara lambat tergantung pada kematangan dan pengalaman pada diri anak tersebut.
  6. Perkembangan pada manusia tidak tetap kadang menurun dan kadang ada juga yang naik.
  7. Perkembangan pada setiap anak seperti juga organism lainnya memiliki dorongan dan hasrat mempertahankan diri dari hal-hal yang negatif.Dalam dorongan mempertahankan diri terdapat dorongan fisis maupun psikis dan selain mempertahankan diri itu ada pula dorongan dorongan untuk mengembangkan diri untuk mendapatkan kemajuan baru.
  8. Dalam perkembangan terdapat masa peka.Masa peka merupakan masa perkembangan anak pada saat suatu fungsi jasmani ataupun rohani dapat berkembang dengan cepat jika mendapat latihan yang secara terus menerus ataupun teratur.
  9. Perkembangan pada anak tidak hanya dipengaruhi oleh factor pembawaan sejak lahir tetapi dapat juga dipengaruhi oeh faktor lingkungan.

 

  1. D.  Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia

Dalam mempelajari perkembangan manusia diperlukan adanya perhatian khusus mengenai proses pematangan (khususnya pematangan fungsi kognitif), proses belajar dan pembawaan atau bakat. Karena ketiga hal berkaitan erat dan saling berpengaruh dalam perkembangan kehidupan manusia tak terkeculai para siswa sebagai peserta didik kita. Dikarenakan apabila fungsi kognitif, bakat dan proses belajar seseorang dalam keadaan positif, hamper dapat dipastikan siswa tersebut akan mengalami proses perkembangan kehidupan secara mulus. Akan tetapi, asumsi yang menjanjikan ini belum tentu terwujud, karena banyak faktor yang berpengaruh terhadap proses perkembangan siswa dalam menuju cita-cita bahagianya. Yaitu:

a)      Faktor internal

Merupakan faktor dari diri sendiri. Yaitu faktor keturunan — masa konsepsi. menentukan beberapa karakteristik seperti jenis  kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen. Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.

b)     Faktor eksternal / lingkungan

Yaitu faktor yang berasal dari luar diri seseorang. Yang Mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya

a. Keluarga

1)   Nilai, kepercayaan, adat istiadat, dan pola interaksi dan komunikasi.

2)   Fungsi :bertahan hidup, rasa aman, perkembangan emosi dan sosial, penjelasan mengenai masyarakat dan dunia, dan membantu mempelajari peran dan perilaku

b. Kelompok teman sebaya

1)   Lingkungan yang baru dan berbeda, memberi pola dan struktur yang berbeda dalam interaksi dan komunikasi, dan memerlukan gaya perilaku yang berbeda.

2)   Fungsi: belajar kesuksesan dan kegagalan, memvalidasi dan menantang pemikiran dan perasaan, mendapatkan penerimaan, dukungan dan penolakan sebagai manusia unik yang merupakan bagian dari keluarga; dan untuk mencapai tujuan kelompok dengan memenuhi kebutuhan dan harapan.

 

c. Pengalaman hidup

Pengalaman hidup dan proses pembelajaranmembiarkan individu berkembang dengan mengaplikasikan apa yang telah dipelajari. Tahapan proses pembelajarannya yaitu :

1)   Mengenali kebutuhan

2)   Penguasaan ketrampilan

3)   Menjalankan tugas

4)   Integrasi ke dalam seluruh fungsi

5)   Mengembangkan penampilan perilaku yang efektif.

d. Kesehatan

1)   Tingkat kesehatan — respon individu terhadap lingkungan dan respon orang lain pada individu

2)   Kesehatan prenatal (sebelum bayi lahir) mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari fetal (janin)

3)   Nutrisi adekuat

4)   Keseimbangan antara istirahat, tidur dan olahraga

5)   Kondisi sakit — ketidakmampuan untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan — tumbuh kembang terganggu

e. Lingkungan tempat tinggal

Meliputi: Musim, iklim, kehidupan sehari-hari dan status  sosial ekonomi

E. Tahap-Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

Tahap pertumbuhan dan perkembangan sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga ia meninggal.

  1. 1.      Neonatus (lahir – 28 hari)

Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsiorgan-organ. Mampu melihat dan mendengar.

  1. 2.      Bayi (1 bulan – 1 tahun)

Bayi usia 1-3 bulan :pada tahap ini bayi mampu :mengangkat kepala, mengikuti obyek dengan mata, melihat dengan tersenyum, bereaksi terhadap suara atau bunyi, mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak, menahan barang yang dipegangnya, dan mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh

  1. 3.      Todler (1-3 tahun)

peningkatan kemampuan psikososial dan perkembangan motoric. Anak usia 12-18 bulan : mulai mampu berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah, menyusun 2 atau 3 kotak, dapat mengatakan 5-10 kata , memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing.

  1. Pre sekolah (3-6 tahun)

Dunia pre sekolah berkembang.Selama bermain, anak mencoba pengalaman baru dan peran sosial.Pertumbuhan fisik lebih lambat.

Anak usia 3-4 tahun:

Pada tahap ini anak mampu berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga, berjalan pada jari kaki, belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri, menggambar garis silang, menggambar orang (hanya kepala dan badan), mengenal 2 atau 3 warna, bicara dengan baik, bertanya bagaimana anak dilahirkan, mendengarkan cerita-cerita, bermain dengan anak lain, menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya, dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana.

Anak usia 4-5 tahun :

Pada tahap ini mampu melompat dan menari, menggambar orang terdiri dari kepala, lengan dan badan, dapat menghitung jari-jarinya, mendengar dan mengulang hal-hal   penting dan cerita, minat kepada kata baru dan artinya, memprotes bila dilarang apa yang diinginkannya, membedakan besar dan kecil, menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa.

Anak usia 6 tahun:

Pada tahap ini ketangkasan meningkat, melompat tali, bermain sepeda, menguraikan objek-objek dengan gambar, mengetahui kanan dan kiri, memperlihatkan tempertantrum, mungkin menentang dan tidak sopan.

  1. 5.      Usia sekolah (6-12 tahun)

Kelompok teman sebaya mempengaruhi perilaku anak.Perkembangan fisik, kognitif dan sosial meningkat.Anak meningkatkan kemampuan komunikasi.

Anak usia 6-7 tahun :

Pada tahap ini seseorang sudah dapat membaca seperti mesin, mengulangi tiga angka mengurut ke belakang, membaca waktu untuk seperempat jam, anak wanita bermain dengan wanita, anak laki-laki bermain dengan laki-laki, cemas terhadap kegagalan, kadang malu atau sedih, peningkatan minat pada bidang spiritual.

Anak usia 8-9 tahun:

kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat, menggunakan alat-alat seperti palu,peralatan rumah tangga, ketrampilan lebih individual, ingin terlibat dalam segala sesuatu, menyukai kelompok dan mode, mencari teman secara aktif.

Anak usia 10-12 tahun:

Pertambahan tinggi badan lambat, pertambahan berat badan cepat, perubahan tubuh yang berhubungan dengan pubertas mungkin tampak, mampu melakukan aktivitas seperti mencuci dan menjemur pakaian sendiri, memasak, menggergaji, mengecat, menggambar, senang menulis surat atau catatan tertentu, membaca untuk kesenangan atau tujuan tertentu , teman sebaya dan orang tua penting, mulai tertarik dengan lawan jenis, sangat tertarik pada bacaan, ilmu pengetahuan.

  1. 6.      Remaja (12-18/20 tahun)

Konsep diri berubah sesuai dengan perkembangan biologi, Mencoba nilai-nilai yang berlaku, Pertambahan maksimum pada tinggi,berat badan, Stres meningkat terutama saat terjadi konflik, Anak wanita mulai mendapat haid, tampak lebih gemuk, Berbicara lama di telepon, suasana hati berubah-ubah (emosi labil), kesukaan seksual mulai terlihat, menyesuaikan diri dengan standar kelompok

Pada akhir masa remaja : mencapai maturitas fisik, mengejar karir, identitas seksual terbentuk, lebih nyaman dengan diri sendiri, kelompok sebaya kurang begitu penting, emosi lebih terkontrol, membentuk hubungan yang menetap.

  1. 7.      Dewasa muda (20-40 tahun)

Pada tahap ini gaya hidup personal berkembang, Membina hubungan dengan orang lain, ada komitmen dan kompetensi, membuat keputusan tentang karir, pernikahan dan peran sebagai orang tua, Individu  berusaha mencapai dan menguasai dunia, kebiasaan berpikir rasional meningkat, pengalaman pendidikan, pengalaman hidup dan kesempatan dalam pekerjaan meningkat.

 

 

  1. 8.      Dewasa menengah (40-65 tahun)

Gaya hidup mulai berubah karena perubahan-perubahan yang lain, seperti anak meninggalkan rumah, anak-anaknya telah tumbuh dewasa dan mulai meninggalkan rumah, dapat terjadi perubahan fisik seperti muncul rambut uban, garis lipatan pada muka, dan lain-lain, waktu untuk bersama lebih banyak , Istri menopause, pria ingin merasakan kehidupan seks dengan cara menikah lagi (dangerous age).

  1. 9.      Dewasa tua

a. Young-old (tua-muda), 65-74 tahun : beradaptasi dengan masa pensiun (penurunan penghasilan), beradaptasi dengan perubahan fisik, dapat berkembang penyakit kronik.

  1. Middle-old (tua-menengah), 75-84tahun : diperlukan adaptasi terhadap penurunan kecepatan dalam pergerakan, kemampuan sensori dan peningkatan ketergantungan terhadap orang lain.
  2. Old-old (tua-tua), 85 tahun keatas : terjadi peningkatan gangguan kesehatan fisik.

 

 F. Teori-teori Tumbuh Kembang

  1. 1.      Teori Perkembangan Psikoseksual (Sigmund Freud)
  2. 2.      Teori perkembangan Psikososial (Erik H Erickson )
  3. 3.      Teori perkembangan Kognitif Piaget (1952)
  4. 4.      Teori perkembangan moral Kohlberg (1968)

Salain teori diatas masih ada teori yang lain yaitu :

a)      Aliran nativisme (pembawaan)

Pada aliran nativisme di kemukakan bahwa manusia yang baru dilahirkan telah memiliki bakat dan pembawaan,baik karena berasal dari keturunan orang tuanya maupun karena di takdirkan seperti itu.

b)      Aliran Empirisme (Lingkungan)

Aliran empirisme merupakan aliran yang mengemukakan bahwa factor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan seseorang sedangakan faktor bakat tidak ada pengaruhnya.

 

c)      Aliran Konvergensi (persesuaian)

Aliran kovergensi merupakan aliran yang mengemukakan bahwa dalam perkembangan factor hereditas (pembawaan) dan limgkungan sama-sama penting

d)      Aliran Konstruktivisme

Pada aliran ini merupakan suatu aliran yang menekankan bahwa pengetahuan yang di peroleh merupakan bentukan atau konstruksi dari diri sendiri.

 

e)      Aliran gestalt

Pada aliran ini seseorang dalam memperoleh pengetahuan yang di dapat dengan memandang sensasi secara keseluruhan suatu objek yang memiliki struktur atau pola-pola tertentu.

 

f)        Aliran humanistik

Pada aliran ini menekankan pada pentinngnya kesadaran aktualisasi pada diri dan hal-hal yang bersifat positif pada seseorang.

 

G.  Tugas Perkembangan

  1. Infancy & Early Childhood  (masa bayi dan kanak-kanak awal)

a)    Belajar berjalan, mengambil makanan padat

b)   Belajar bicara

c)    Belajar mengontrol eliminasi (urin & fekal)

d)   Belajar tentang perbedaan jenis kelamin

e)    Membentuk konsep-konsep sederhana mengenai kenyataan sosial dan fisik

f)    Belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mengembangkan hati nurani

g)   Belajar mengadakan hubungan emosi

 

  1. Middle childhood (masa sekolah)

a)    Membangun perilaku yang sehat

b)   Belajar ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang luar biasa

c)    Belajar bergaul dengan teman sebaya

d)   Belajar peran sosial terkait dengan maskulinitas dan feminitas

e)    Mengembangkan ketrampilan dasar seperti membaca, menulis dan berhitung

f)    Mengembangkan konsep-konsep yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari

g)   Membangun moralitas, hati nurani dan nilai-nilai

h)   Pencapaian kemandirian

i) Membangun perilaku dalam kelompok sosial maupun institusi (sekolah)

  1. 3.      Adolescence (remaja )

a)      Membina hubungan baru yang lebih dewasa dengan teman sebaya baik laki maupun perempuan

b)      Pencapaian peran sosial maskulinitas atau feminitas

c)      Pencapaian kemandirian emosi dari orang tua, orang lain

d)     Pencapaian kemandirian dalam mengatur keuangan

e)      Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan secara efektif

f)       Memilih dan mempersiapkan pekerjaan

g)      Mempersiapkan pernikahan dan kehidupan keluarga

h)      Membangun ketrampilan dan konsep-konsep intelektual yang perlu bagi warga negara

i)        Pencapaian tanggungjawab sosial

j)        Memperolah nilai-nilai dan system etik sebagai penuntun dalam berperilaku

  1. Early Adulthood (dewasa muda)

a)      Memilih pasangan dan Belajar hidup bersama orang lain sebagai pasangan

b)      Mulai berkeluarga dan  Membesarkan anak

c)      Mengatur rumah tangga

d)     Mulai bekerja

e)      Mendapat tanggungjawab sebagai warga negara

f)       Menemukan kelompok sosial yang cocok

 

  1. a.      Middle-age (dewasa lanjut)

1)   Mendapat tanggungjawab sosial dan sebagai warga negara

2)   Membangun dan mempertahankan standard ekonomi keluarga

3)   Membimbing anak dan remaja untuk menjadi dewasa yang bertanggungjawab dan menyenangkan

4)   Mengembangkan kegiatan-kegiatan di waktu luang

5)   Membina hubungan dengan pasangannya sebagai individu

6)   Mengalami dan menyesuaikan diri dengan beberapa perubahan fisik

7)   Menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai orang tua yang bertambah tua

  1. b.      Later maturity (usia lanjut)

1)      Menyesuaikan diri dengan penurunan kekuatan fisik dan kesehatan

2)      Menyesuaikan diri dengan situasi pensiun dan penghasilan yang semakin berkurang

3)      Menyesuaikan diri dengan keadaan kehilangan pasangan (suami/istri)

4)      Membina hubungan dengan teman sesama usia lanjut

5)      Melakukan pertemuan-pertemuan sosial

6)      Membangun kepuasan kehidupan

7)      Kesiapan menghadapi kematian

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. Simpulan

Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, baik volume, bobot, dan jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke asal). Sedangkan, perkembangan adalah perubahan atau diferensiasi sel menuju keadaan yang lebih dewasa.

Pertumbuhan dan perkembangan setiap manusia berbeda serta memiliki tahap-tahap,ciri-ciri dan prinsip tertentu yang pasti dilalui. Pertumbuhan dan perkembangan terjadi selama manusia itu hidup.

Tugas perkembangan itu sangat penting dalam menentukan masa depan. Apabila ia tidak dapat memenuhinya maka masa depannya kurang baik.

 

  1. Saran

Berdasarkan makalah yang telah kami susun, maka ada beberapa saran yang dapat kami berikan :

  1. Sebagai calon konselor diharapakan mampu memahami pertumbuhan dan perkembangan manusia.
  2. Kita harus mampu memenuhi fungsi perkembangan kita.
  3. Kita harus mamapu membedakan antara pertumbuhan dan perkembangan.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Hartono, Agung dan Sunarto.2002. PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK. Rineka Cipta: Jakarta

http://rosy46nelli.wordpress.com

http://belajarpsikologi.com/karakteristik-remaja/ 19 11 2011

http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/15/pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-manusia/

Mappiare, Andi.1982.Psikologi Remaja.Surabaya:Usaha Nasional

http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/2008/05/26/pertumbuhan-fisik-kesehatan-remaja/

http://anakciremai.blogspot.com/2008/07/makalah-psikologi-tentang-fisik-remaja.html

http://www.okanegara.com

http://sofia-psy.staff.ugm.ac.id/files/remaja_dan_permasalahannya.doc

MENGIKUTI PERKULIAHAN _________________________________

Saya yang bertandatangan dibawah ini :

Nama                           : ………………………………………………………………………

No. mahasiswa            : ………………………………………………………………………

Semester                      : ……………………………………………………………………….

Program Studi         : ………………………………………………………………………….

Usia                             : ………………………………………………………………………….

Alamat                       : ………………………………………………………………………….

Telp                             : ………………………………………………………………………….

e-mail                          : ………………………………………………………………………….

Bersedia/Tidak Bersedia*

(* coret yang tidak perlu)

Mengikuti perkuliahan ______________________ yang akan dilaksanakan oleh penanggungjawab perkuliahan:

Nama                           :

Umur                           :

Alamat                                    :

Telp                             :

e-mail                          :

konsekuensi dari kesediaan ini adalah;

kewajiban mahasiswa;

  1. Jumlah kehadiran minimum 80%
  2. Mengikuti perkuliahan sampai selesai
  3. Bersedia melaksanakan beberapa tugas perkuliahan
  4. Semua mahasiswa akan terlibat aktif dan partisipasi selama proses perkuliahan berlangsung.
  5. Tidak memplagiat hasil kerja teman dan tidak mencontek waktu ujian

Hak mahasiswa

  1. Mendapat pengetahuan dan keterampilan yang akan diajarkan oleh dosen
  2. Konsultasi mengenai pelaksanaan mata kuliah______________
  3. Apabila dosen berhalangan hadir, mahasiswa berhak meminta ganti jam
  4. Mahasiswa berhak mendapat hasil nilai yang sesuai dengan prestasi, kemampuan dan kejujurannnya.

Harapan-harapan

No Harapan pada saat mengikuti perkuliahan _______ Harapan setelah mengikuti perkuliahan __________
1.

2

3

4

5

6

Perkuliahan berlangsung dengan menarik

Mampu memahami pengertian dari ___________

Yogyakarta, September 2011

Mahasiswa

_____________

memang tak mudah menjalani hidup ini.. selalu aja ada aturan dan arahan yang seolah-olah mereka seperti mengekang kita. tapi dibalik itu semua, mereka sebenarnya melindungi kita. seperti cerpen yang satu ini. mereka membangkang dan mendapat musibah.. read this http://hambolot.blogspot.com/2012/01/pembangkangan.html

PENGARUH IPTEK DAN PERKEMBANGAN ZAMAN

TERHADAP PERILAKU REMAJA DALAM ASPEK SOSIAL BUDAYA, PENDIDIKAN DAN PERGAULAN

Laporan  Ini Disusun Sebagai Tugas Mata Kuliah Praktik  Pemahaman Individu Teknik Non Test

Dosen Pengampu: Dra. Suharni, M.Pd.

Disusun oleh:

KELAS A.6

Saifudin                                  (10144200101)

Ramdan Muarip                   (10144200089)

Irma Dwi Maghfiroh                        (10144200099)

Marina Utami                        (10144200147)

Novita Ayu Migunani            (10144200133)

 

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

2011

KATA PENGANTAR

Segala puji kepada Tuhan yang telah menolong hamba-Nya dalam menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan dan kesabaran. Tanpa pertolonganNYA mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengaruh IPTEK dan perkembangan zaman terhadap perilaku remaja dalam aspek sosial budaya, pendidikan dan pergaulan.

Makalah ini disusun dengan berbagai rintangan baik itu yang datang dari diri penyusun maupun dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberi  manfaat bagi penyusun maupun pembaca. Walaupun makalah ini memiiki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk kritik dan sarannya. Terima kasih.

Yogyakarta,  25  Oktober 2011

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Seseorang menggunakan teknologi karena manusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.

Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Ringkas kata kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia.
oleh karena itu perlu di kaji lebih mendalam mengenai pengaruh iptek terhadap kehidupan manusia dalam hal Social budaya,  pendidikan, pergaulan khususnya bagi kehidupan remaja yang mudah terpengaruh oleh perkembangan zaman. Dengan mengetahui pengaruh yang ditimbulkan IPTEK  baik positif maupun negative akan memudahkan untuk mengarahkan para remaja kepada IPTEK yang menimbulkan dampak positif dan mencegah kepada IPTEK yang berpengaruh negative.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud IPTEK,perkembangan zaman dan remaja?
  2. Apa saja pengaruh IPTEK dan perkembangan jaman pada perilaku remaja dalam hal social budaya, pendidikan, pergaulan?

C. Tujuan Penulisan

1.  Agar kita mengetahui apayang dimaksud IPTEK.perkembangan zaman dan remaja.

2.  Agar kita mengetahui pengaruh IPTEK dan perkembangan jaman pada perilaku remaja dalam hal social budaya, pendidikan, pergaulan.

BAB I

PEMBAHASAN

A. Pengertian IPTEK, Perkembangan zaman dan Remaja

IPTEK sebagai singkatan dari Ilmu Pengetahuan  dan Teknologi. IPTEK adalah suatu yang sangat berkaitan dengan teknologi, definisi lebih lengkap tentang teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga menggunakan teknologi.

IPTEK dalam Kehidupan Sehari-hari,tanpa disadari untuk beraktifitas melakukan pekerjaan sehari-hari mulai pagi dari rumah kesekolah dan kembali kerumah, kamu menggunakan IPTEK. Seseorang menyatakan bahwa manusia sudah menggunakan teknologi seja zaman dahulu kala, seperti memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah sebagai teknologi sederhana.

Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak.

  1. Pengaruh IPTEK dalam social budaya, pendidikan, pergaulan
  2. Bidang Sosial dan Budaya

Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat dari hal yang positif :

  1. Perbedaan kepribadian pria dan wanita.

Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.
Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.

  1. Meningkatnya rasa percaya diri

Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.

  1. Tekanan

kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras

Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek budaya:

a. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.

b. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.

c.  Pola interaksi antar manusia yang berubah

Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

  1. Bidang Pendidikan

Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain:

Dampak Positif:

a. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.

b. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
c.  Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka.

Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.

Dampak negatif:

  1. Kerahasiaan alat tes semakin terancam

Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.

  1. Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.

Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.

  1. Pergaulan

Dampak negative dari pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pergaulan remaja dicontohkakan pada pengaruh acara televisi yang pada perkembangannya malah cenderung menayangkan acara- acara yang sangat tidak mengedukasi, seperti adegan adegan kekerasan yang ditayangkan secara vulgar tanpa sensor akan mengakibatkan pengaruh buruk terhadap kawula remaja yang menontonnya, pada umumnya mereka mengikuti apa yang pernah mereka lihat di dalam acara televisi tersebut di dalam pergaulan mereka sehari-hari.

Adapun dampak positif dalam pergaulan yang dipengaruhi oleh IPTEK misalnya dalam komunikasi, dengan adanya telepon genggam (HP) akan memudahkan komunikasi antara remaja satu dengan remaja lainnya yang secara langsung akan memperluas pergaulan mereka.

Perkembangan zaman ialah perubahan pola hidup manusia secara bertahap dan menuju kearah kualitas hidup yang lebih baik.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Perkembangan IPTEK tak dapat lepas dari kehidupan sehari-hari termasukan kehidupan remaja. Pengaruh tersebut ada yang berdampak positif serta ada yang berdampak negatif. Untuk yang berdampak positif  dapat membuat kemajuan baik dari segi sosial budaya, pendidikannya, serta pergaulannya. Namun sebaliknya, jika IPTEK disalah gunakan maka akan berdampak menjadi kebobrokan terutama pada segi mental anak remaja.

  1. Saran
  • Sebagai calon konselor, kita harus mampu menyikapi akan adanya perkembangan IPTEK kian lama kian pesat.
  • Sebagai calon konselor, sebaiknya mampu memberikan informasi tentang perkembangan IPTEK kepada siswa-siswi agar mereka mampu menyaring hal-hal positifnya.

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.     Latar Belakang Masalah

Setiap manusia yang hidup pasti saling berinteraksi antara satu orang dengan orang lain. Namun sekarang ini diperkotaan khususnya, orang sudah mulai kurang berinteraksi dengan orang lain atau tetangga. Bahkan tetangga sebelah pun mereka tidak saling mengenal. Bayangkan jika kita tidak pernah berinteraksi,pasti yang akan terjadi adalah kesalahpahaman diantara individu satu dengan yang lain.

Dampak dari kurangnya interaksi yaitu menjadikan kita egois serta kurang peka dengan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain.

Oleh karena itu, kami mencoba untuk sedikit mengungkap dan menjelaskan mengenai dinamika kelompok khusunya dalam hal sosiometri. Dimana sosiometri dapat menjadi tolak ukur dalam interaksi social maupun kelompok. Dimana masyarakat yang baik adalah masyarakat yang mau berinteraksi dengan yang lainnya.

 

  1. B.      Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka masalah-masalah yang akan dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Apa pengertian, macam, ciri dan kegunaan dari sosiometri dalam masyarakat atau kelompok?
  2. Apa saja norma, manfaat, tahap, kelebihan serta kelemahan  sosiometri dalam pelaksanaannya dalam kelompok atau masyarakat ?

 

 

  1. C.      Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penulisan ini adalah:

  1. Agar pembaca dapat mengetahui pengertian, macam, ciri dan kegunaan dari sosiometri dalam masyarakat atau kelompok.
  2. Agar pembaca dapat mengetahui norma, manfaat, tahap, kelebihan serta kelemahan sosiometri dalam pelaksamaan dalam kelompok atau masyarakat.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian Sosiometri

Sebelum kita mengenal lebih jauh mengenai sosiometri, terlebih dahulu kita harus mengerti arti apa sosiometri itu. Banyak para pakar yang menyumbangkan pikirannya mengenai sosiometri, mereka antara lain:

  1. I. Djumhur dan Muh. Surya, 1985

Sosiometri adalah alat yang tepat untuk mengumpulkan data mengenai hubungan-hubungan sosial dan tingkah laku sosial murid.

  1. Bimo Walgito, 1987

Sosiometri adalah alat untuk dapat melihat bagaimana hubungan sosial atau hubungan berteman seseorang.

  1. WS. Winkel, 1985

Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang hubungan sosial dalam suatu kelompok, yang berukuran kecil sampai sedang ( 10 – 50 orang ), berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok

  1. Dewa Ktut Sukardi, 1983

Sosiometri adalah suatu alat yang dipergunakan mengukur hubungan sosial siswa dalam kelompok.

  1. Depdikbud, 1975

Sosiometri adalah alat untuk meneliti struktur sosial dari suatu kelompok individu dengan dasar penelaahan terhadap relasi sosial dan status sosial dari masing-masing anggota kelompok yang bersangkutan.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan pengertian sosiometri adalah suatu tehnik untuk mengumpulkan data tentang hubungan sosial seorang individu dengan individu lain, struktur hubungan individu dan arah hubungan sosialnya dalam suatu kelompok.

 

  1. B.     Macam- Macam Sosiometri

 

Tes Sosiometri ada dua macam , yaitu :

  1. Tes yang mengharuskan untuk memilih beberapa teman dalam kelompok sebagai pernyataan kesukaan untuk melakukan kegiatan tertentu  criterium bersamasama dengan teman-teman yang dipilih.
  2. 2.  Tes yang mengharuskan menyatakan kesukaannya atau ketidaksukaannya terhadap teman-teman dalam kelompok pada umumnya. Tes sosiometri jenis pertama paling sering digunakan di institusi-institusi pendidikan dengan tujuan meningkatkan jaringan hubungan sosial dalam kelompok,sedangkan jenis yang kedua jarang digunakan, dan inipun untuk mengetahui jaringan hubungan sosial pada umumnya saja.

 

  1. C.    Ciri- Ciri Sosiometri

 

Berikut adalah cirri khas penggunaan angket sosiometri atau tes sosiometri , yang terikat pada situasi pergaulan sosial atau kriterium tertentu.

  1. Dijelaskan kepada siswa yang tergabung dalam suatu kelompok, misalnya satuan kelas, bahwa akan dibentuk kelompok-kelompok lebih kecil ( 4-6 orang ) dalam rangka mengadakan kegiatan tertentu, seperti belajar kelompok dalam kelas, rekreasi bersama ke pantai, dsb. Kegiatan tertentu itu merupakan situasi pergaulan sosial ( criterion ) yang menjadi dasar bagi pilihan-pilihan.
  2. Setiap siswa diminta untuk menulis pada blanko yang disediakan nama

beberapa teman di dalam kelompok, dengan siapa dia ingin dan lebih suka melakukan kegiatan itu. Jumlah teman yang boleh dipilih biasanya tiga orang, dalam urutan pilihan pertama, kedua, dan ketiga. Yang terungkap dalam pilihan-pilihan itu bukanlah jaringan hubungan sosial yang sekarang ini sudah ada, melainkan keinginan masing-masing siswa terhadap kegiatan-kegiatan tertentu dalam hal pembentukan kelompok. Pilihan-pilihan itu dapat berubah, bila tes sosiometri diterapkan lagi pada lain kesempatan terhadap kegiatan lain (kriterium berbeda ).Ada kemungkinan siswa akan memilih teman-teman yang lain untuk belajar bersama di kelas, dibanding dengan pilihan-pilihannya untuk pergi piknik bersama. Pilihan-pilihan siswa tidak menyatakan alasan untuk memilih, kecuali bila hal itu dinyatakan dalam tes. Pilihan-pilihan juga tidak menyatakan tentang sering tidaknya bergaul dengan teman-teman tertentu, atau intim tidaknya pergaulan dengan teman-teman tertentu; bahkan tidak mutlak terungkapkan taraf popularitas siswa tertentu, dalam arti biasanya mempunyai banyak teman,beberapa teman atau sama sekali tidak mempunyai teman.

  1. 3.   Setiap siswa dalam kelompok menangkap dengan jelas kegiatan apa yang dimaksud, dan mengetahui bahwa kegiatan itu terbuka bagi semua.
  2. 4.  Pilihan-pilihan dinyatakan secara rahasia dan hasil keseluruhan pemilihan juga dirahasiakan. Hal ini mencegah timbulnya rasa tidak enak pada siswa, yang tidak suka pilihannya diketahui umum atau akan mengetahui bahwa ia tidak dipilih. Ciri kerahasiaan juga memungkinkan bahwa dibentuk kelompok-kelompok kecil yang tidak seluruhnya sesuai dengan pilihan-pilihan siswa.
  3. 5.  Biasanya siswa diminta untuk menyatakan siapa yang mereka pilih, bukan siapa yang tidak mereka pilih dalam urutan tidak begitu disukai, kurang disukai, tidak disukai, sama sekali tidak disukai. menyatakan pilihan yang negatif mudah dirasakan sebagai beban psikologis.

6. Tenaga kependidikan yang dapat menerapkan tes sosiometri adalah guru bidang  studi, wali kelas, dan tenaga ahli bimbingan, tergantung dari kegiatan yang akan dilakukan.

 

 

  1. D.    Kegunaan Sosiometri

Sosiometri dapat dipergunakan untuk :

  1. Memperbaiki hubungan insani.
  2. Menentukan kelompok kerja
  3. Mengetahui bagaimana hubungan sosial / berteman seorang individu denganindividu lainnya.
  4. Mencoba mengenali problem penyesuaian diri seorang individu dalam kelompok sosial tertentu.
  5. Menemukan individu mana yang diterima / ditolak dalam kelompok social tertentu.

 

  1. E.     Norma- Norma Sosiometri

Baik tidaknya hubungan sosial individu dengan individu lain dapat dilihat dari beberapa segi yaitu :

  1. Frekwensi hubungan, yaitu sering tidaknya individu bergaul. makin sering individu bergaul, pada umumnya individu itu makin baik dalam segi hubungan sosialnya. Bagi individu yang mengisolir diri, di mana ia kurang bergaul, hal ini menunjukkan bahwa di dalam pergaulannya kurang baik.
  2. Intensitas hubungan, yaitu intim tidaknya individu bergaul. Makin intim/mendalam seseorang dalam hubungan sosialnya dapat dinyatakan bahwa hubungan sosialnya makin baik. Teman intim merupakan teman akrab yang \mempunyai intensitas hubungan yang mendalam.
  3. Popularitas hubungan, yaitu banyak sedikitnya teman bergaul. Makin banyak teman di dalam pergaulan pada umumnya dapat dinyatakan makin baik dalam hubungan sosialnya. Faktor popularitas tersebut digunakan sebagai ukuran atau kriteria untuk melihat baik tidaknya seseorang dalam hubungan atau kontak sosialnya.

 

 

 

  1. F.     Manfaat Sosiometri

Manfaat sosiometri bagi konselor dalam bimbingan antara lain:

  1. Menemukan murid mana yang ternyata mempunyai masalah penyesuaian diri dalam kelompoknya.
  2. Membantu meningkatkan partisipasi sosial diantara murid-murid dengan

penerimaan sosialnya.

  1. Membantu meningkatkan pemahaman dan pengertian murid terhadap masalah pergaulan yang sedang dialami oleh individu tertentu.
  2. Merencanakan program yang konstruktif untuk menciptakan iklim sosial yang lebih baik dan sekaligus membantu mengatasi masalah penyesuaian di kelas tertentu.

 

  1. G.    Tahap- Tahap Pelaksanaan Sosiometri

 

Tahap-tahap dalam pelaksanaan sosiometri adalah:

  1. Tahap persiapan
    1. Menentukan kelompok siswa yang akan diselidiki.
    2. Memberikan informasi atau keterangan tentang tujuan penyelenggaraan sosiometri.
    3. Mempersiapkan angket sosiometri

 

  1. Tahap Pelaksanaan
    1. Membagikan dan mengisi angket sosiometri.
    2. Mengumpulkan kembali dan memeriksa apakah angket sudah diisi dengan benar.

 

  1.  Tahap Pengolahan
    1. Memeriksa hasil angket
    2. Mengolah data sosiometri dengan cara menganalisa indeks, menyusun table tabulasi, membuat sosigram.

 

  1. H.    Keunggulan dan Kelemahan Sosiometri

 

Sebagai suatu cara untuk mengetahui tingkat kebersamaan manusia dalam berkelompok, tentunya ada keunggulan dan kelemahannya. Keunggulan dan kelemahannya antara lain:

  1. Keunggulan Sosiometri

Dengan sosiometri kita dapat :

  1. mengetahui hubungan sosial antar siswa.
  2. meningkatkan hubungan sosial antar siswa.
  3. menempatkan siswa dalam kelompok yang sesuai.
  4. menemukan siswa mana yang mempunyai masalah penyesuaian diri dengan kelompoknya.
  5. membantu meningkatkan partisipasi sosial diantara siswa dengan penerimaan sosialnya.
  6. membantu meningkatkan pemahaman siswa dalam pergaulan yang sedang dialami.
  7. membantu konselor dalam menciptakan iklim sosial yang lebih baik dengan menyesuaikan program yang konstruktif.

 

  1. Kelemahan Sosiometri
    1. Sangat sulit dijamin kerahasiannya, karena siswa cenderung saling menanyai pilihannya.
    2. siswa memilih bukan atas dasar pertimbangan dengan siapa dia akan paling berhasil dalam melakukan pekerjaan, tetapi atas dasar rasa simpati dan antipati.
    3. Membutuhkan waktu yang lama/.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.    Simpulan

Berdasarkan uraian diatas maka kami dapat menimpulkan bahwa sosiometri adalah suatu teknik untuk mengumpulkan data tentang hubungan social seorang individu dengan individu lain dalam satu kelompok, struktur hubungan individu dan arah hubungan sosialnya dalam kelompok.

Sehingga sosiometri sangat berguna untuk kita mencoba memahami suatu kelompok, dimana dalam anggota tersebut kita memiliki tujuan yang sama. Serta untuk mengetahui apakah tindakan kita sudah sesuai dengan norma yang berlaku.

 

  1. B.     Saran

Saran yang dapat kami berikan antara lain:

  1. Sebagai seorang calon kanselor maka kita dituntut agar mampu menggunakan sosiometri dengan baik.
  2. Kita harus dapat menyesuaikan diri dimanapun kita berada.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Dalam kenyataan yang ada sekarang ini tak dapat kita pungkiri lagi semua hal yang ada disekitar kita telah dipengaruhi  oleh ganasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).  Yang mana semua itu akan memberikan kontribusi yang sanagat besar terhadap pembentukan perilaku-perilaku dan kepribadian manusia.

Seperti kita ketahui, alat komunikasi telah kita kenal sejah berabat-abat lalu, walaupun masih sangat sederhana sekali. Misalya menyampaikan surat dengan menggunakan burung merpati. Kemudian sebuah titik yang bermula pada suatu pemikiran yang ulet, telah menjadikaan sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan bernama TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI. Dunia saat ini seakan tidak bisa terlepas dari teknologi. Konsumsi masyarakat khususnya bagi mahasiswa akan teknologi informasi dan komunikasi semakin menggila dan membludak.

Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin maju seiring dengan perkembangan zaman sehingga terjadi pengalihan fungsi dari TIK itu sendiri, menjadi sangat umum, karena adanya fitur-fitur yang dulunya memang tidak ada kini telah komplit dalam satu produk. Perkembangan ini menuntut setiap individu untuk selalu meng-update hal-hal terbaru yang ada guna pemenuhan kebutuhannya.

Kita lihat kembali beberapa tahun yang lalu teknologi canggih misalnya laptop dan  handphone dulunnya hanya dimiliki oleh kalangan menengah keatas. Seiring berjalannya waktu teknologi ini bisa dimiliki oleh semua kalangan.  Baik yang sangat membutuhkan maupun yang kurang membutuhkan. Kini semua kalangan telah dapat merasakannya.

Dunia TIK adalah dunia untuk berkomunikasi, berbagi, mencipta dan menghibur dengan suara, tulisan, gambar, musik dan video.  Sekarang harga yang ditawarkan pun cukup sangat terjangkau, khususnya baru-baru ini karena terjajah oleh produk China yang sangat cepat merambah ke pasaran domestik dengan berbagai fitur handphone yang sangat kompleks.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah membius sebagian besar remaja ataupun mahasiswa untuk setidaknya dalam sehari selalu bermanja dengannya. Bahkan lebih dari 8 jam mereka berinteraksi dengan teknologi itu sehingga semua dapat terlupakan. Tidak jelas apa yang mereka kerjakan selama 8 jam itu. Ada yang hanya bermalasan saja, sangat sedikit sekali mereka yang memanfaatkan TIK ini untuk mencari bahan-bahan kuliah atau info-info yang penting. Mereka hanya asik dengan chating dan jejearing sosial misalnya FB dan TWITTER dan yang memiriskan sekali mereka malah mencari gambar dan video yang semestinya tak patut mereka cari. menyebabkan mereka malas.

Sekarang di kalangan remaja penggunaan handphone itu bukan hanya sebagai alat komunikasi, melainkan alat multi fungsi baik sebagai alat komunikasi dan mencari informasi tapi dijadikan juga sebagai ajang pamer dan sombong. Mereka akan senang dan bangga bila HP nya atau Laptonya paling bagus dan paling mahal. Karena fitur yang ditawarkan oleh alat-alat teknologi informasi dna komunikasi ini merupakan fitur yang multi fungsi maka para remaja dapat menggunakan secara positif dan negatif tergantung dari tiap individu, seperti contoh diatas. Semua itu akan menyumbangkan berbagai  dampak yang baik dan buruk terhadap warna hidup remaja itu sendiri baik  hari ini dan esok hari.

Dengan perkembangan TIK ini yang sangat pesat, secara tidak langsung akan memberikan asupan pengetahuan yang tidak langsung dapat meracuni otak kita semua. Sehingga kita akan terhanyut dalam aliran itu dengan penampakan sikap dan perilaku keseharian kita.

Secara logis perilaku sangat erat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana kita berada. Lingkungan yang baik maka akan memberikan dampak yang baik pula terhadap perilaku kita dan sebaliknya lingkungan yang kurang baik maka akan memberikan dampak yang kurang baik pula bagi kita. Salah satunya adalah perkembangan TIK itu terhadap perilaku dan sikap manusia khususnya mahasiswa.

Sumbangan yang besar dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini tak lain adalah keberhasilan si anak dalam belajar. Pemanfaatan yang baik dari TIK ini akan sangat membantu prestasi belajar. Banyak bahan yang bisa kita dapat sehingga kita lebih baik lagi. Namun sebaliknya, banyak penyalahgunaan yang dilakukan para mahasiswa itu sendiri. Yang berdampak pada merosotnya hasil atau prestasi belajar si mahasiswa itu sendiri.

  1. B.     Identifikasi Masalah
    1. Banyaknya gerusan moral yang disebabkan oleh perkembangan zaman yang ditandai oleh pesatnya perkembangan TIK.
    2. Kecenderungan mahasiswa yang kurang efektif dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
    3. Kecenderungan remaja mempunyai sikap santai, konsumtif, penerima, dan mudah menyerah menyebabkan mereka kurang aktif dalam belajar.
    4. Merosotnya prestasi akademik yang disiyalir karena dampak teknologi yang semakin dalam merasuki kehidupan sehari-hari para mahasiswa.

 

  1. C.    Batasan Masalah

Penelitian ini tidak secara umum membahas semua masalah yang teridentifikasi, tetapi dibatasi hanya sebatas hubungan antara perkembangan TIK dan pengaruhnya terhadap pembentukan perilaku dan prestasi akademis mahasiswa.

 

 

  1. D.    Rumusan Masalah

Permasalahan yang dapat diungkap dalam penelitian ini adalah;

  1. Adakah hubungan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap pembentukan perilaku mahasiswa BK A.6 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA?
  2. Adakah hubungan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap prestasi akademik mahasiswa BK kelas A.6 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA?

 

  1. E.     Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui hubungan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap pembentukan perilaku mahasiswa BK A.6 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
  2. Untuk mengetahui hubungan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap prestasi akademik mahasiswa BK A.6 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA.

 

  1. F.     Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

  1. Bagi peneliti

Dapat memberikan wawasan lebih tentang perkembangan duinia TIK serta mampu mengimbanginya dan mengetahui dampak yang ditimbulkan terhadap perilaku dan prestasi belajar.

  1. Bagi sekolah

Dapat memberikan sumbangan yang baru terhadap kelangsungan kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM), dengan metode yang berbau TIK sehinnga kegiatan KBM menjadi lebih efektif dan lancar.

  1. Bagi Mahasiswa

Dapat memberikan wawasan yang optimal agar mereka mampu memanfaatkannya dengan cara positif dan mampu memicu untuk terus semangat belajar.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. A.    Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK)
    1. 1.      Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani,  technologiatechne yang berarti ‘keahlian’ dan  logia  yang berarti ‘pengetahuan’. Dalam pengertian yang sempit, teknologi mengacu pada objek benda yang dipergunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, seperti mesin, perkakas, atau perangkat keras.

Menurut Roger (1983) teknologi adalah suatu rancangan (desain) untuk alat bantu tindakan yang mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu hasil yang diinginkan.

Seorang ilmuan yaitu KENNETH mengemukakan pengertian Informasi yaitu data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia. Sedangkan MURDICK mengemukakan Informasi yaitu terdiri atas data yang telah didapatkan, diolah/diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan/penerangan, uraian, atau sebagai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuatan keputusan.

Selain pengertian teknologi, dan informasi masih ada satu hal yang tak kalah pentingnya, yaitu definisi dari komunikasi. Menurut Raymond S. Ross (1974:b7) mendefinisikan komunikasi sebagai proses transdiksional yang meliputi pemisahan, pemilihan bersama lambang tertentu secara kognitif, begitu rupa sehinggga membantu orang lain untuk mengeluarkan dari pengalamannya sendiri arti atau respon yang sama dengan yang dimaksud dengan sumber.

Menurut Dance (1967) mengartikan komunikasi sebagai usaha menimbulkan respon melalui lambang-lambang verbal.

 

Sedangkan pengertian dari TIK itu sendiri payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.

Teknologi informasi dan komunikasi mencakup dua aspek yaitu  teknologi informasi  dan teknologi komunikasiTeknologi  informasi  meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi  adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan.

Jadi dari beberapa definisi diatas maka dapat kita simpulkan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

 

  1. 2.      Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 19101920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual  tanpa kabel, yang berwujud siaran  televisi  pada  tahun 1940-an.  Komputer  elektronik  pertama  beroperasi  pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi  komponen elektronik  melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957.

Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan  blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor.  Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi  digital  mulai digunakan menggantikan teknologi  analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya.

Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital.  Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk  telepon seluler. Di atas  infrastruktur  telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.

 

  1. 3.      Keuntungan dan Kerugian Penggunaan TIK

Tidak semua kemajuan yang telah dicapai akan membawa dampak positif. Diantara kemajuan yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negatif bagi manusia.

a)       Dalam Bidang Sosial

Keuntungan :

Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.

Kerugian :

  1. Dengan semakin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang asalnya berupa face to facemenjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi hampa.
  2. Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis.
  3. Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.
  4. Kemajuan TIK juga pasti akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat antara orang kaya dan orang miskin.
  5. Maraknya cyber crime yang terus membayangi seperti carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagaicyber crime yang lainnya
  6. Menurut Paul C Saettler dari California State University, Sacramento, Satu hal yang pasti, interaksi anak dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial.

b)      Dalam Bidang Pendidikan

Keuntungan :

  1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
  2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
  3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconferenceyang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
  4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

 

Kerugian :

  1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
  2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
  3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
  4. B.     Perilaku

Para ilmuan dan psikolog telah banyak melakukan penelitian mengenai perilaku ini. kerena perilaku ini memberikan ciri kehidupan seseorang itu sendiri. Perilaku itu sendiri adalah tanggapan atau reaksi individu yang terwujud di gerakan (sikap); tidak saja badan atau ucapan (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Perilaku sendiri bisa berupa perilaku positif bila ia sesuai dengan norma-norma yang ada, dan aja juga perilaku negatif yaitu perilaku yang cenderung melenceng dari norma-norma. Perilku ini banyak muncul pada kalangan remaja. Seperti dijelaskan oleh James W. Van Der Zanden yaitu perilaku negatif merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan dan baik disadari maupun tidak. Perilaku merupakan kumpulan berbagai faktor yang saling berinteraksi. Seiring dengan tidak disadari bahwa interaksi itu sangat kompleks sehingga kadang- kadang kita tidak sempat memikirkan penyebab seseorang menerapkan perilaku tertentu. Karena itu amat penting untuk dapat menelaah alasan dibalik perilaku individu, selama ia mampu mengubah perilaku tersebut.

Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme ( makhluk hidup ) yang bersangkutan. Dari sudut pandang biologis, semua makhluk hidup mulai dari tumbuhan, hewan, dan manusia berperilaku, karena mempunyai aktivitas masing – masing. Perilaku manusia adalah semua tindakan atau aktivitas manusia, baik yang diamati lansung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar. Menurut Skiner (1938 ), perilaku adalah suatu respon atau reaksi seseorang te rhadap stimulus ( rangsangan dari luar . pengertian itu dikenal dengan teori S-O-R (stimulus-organisme-respons). skiner membedakan respons tersebut menjadi 2 jenis, yaitu respondent response (reflexive) dan operant response (instrumental response).

Secara lebih proposional perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseoang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut. Respon ini berbentuk 2 macam, yakni: Bentuk pasif adalah respon internal yaitu terjadi didalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat terlihat oleh orang lain. Misalnya berpikir , tanggapan atau sikap batin dan pengetahuan. Bentuk aktif yaitu apabila perilaku itu jelas dapat diobservasi secara langsung. Perilaku sudah tampak dalam bentuk tindakan nyata makan disebut overt behaviour.

  1. C.    Prestasi Belajar

Tentunya setiap orang menginginkan suatu prestasi yang sangat baik dalam karirnya. prestasi di dalam Kamus Ilmiah Populer (Adi Satrio, 2005: 467) didefinisikan sebagai hasil yang telah dicapai. Sehubungan dengan prestasi belajar, Muray dalam Beck (1990 : 290) mendefinisikan prestasi sebagai berikut : “To overcome obstacle, to exercise power, to strive to do something difficult as well and as quickly as possible”yang artinya “Kebutuhan untuk prestasi adalah mengatasi hambatan, melatih kekuatan, berusaha melakukan sesuatu yang sulit dengan baik dan secepat mungkin”.  Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan.

Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu pada tingkat penguasaan siswa terhadap mata pelajaran yang telah dibahas dalam proses belajar mengajar dan prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Berdasarkan pendapat tersebut, prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran dan dapat diukur. Sehubungan dengan hal tersebut, Bloom mengungkapkan hasil dari belajar dalam Suharsimi

Belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respon utama, dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya tingkah baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan sementara karena sesuatu hal, Noehi Nasution (1998:4).

Cronbach memberikan definisi : “Learning is shown by a change in  behavior as a result of experience”. “Belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman”. Harold Spears memberikan batasan: “Learning is to observe, to read, to initiate, to try something themselves, to listen, to follow direction”. Belajar adalah mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti petunjuk/arahan. Geoch, mengatakan : “Learning is a change in performance as a result of practice”. Belajar adalah perubahan dalam penampilan sebagai hasil praktek.

Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.

Gagne (1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Winkel (1996:226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Maka prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar. Sedangkan menurut Arif Gunarso (1993 : 77) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.

 

  1. 1.      Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern).

 

  1. a.         Faktor Intern

Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu kecedersan/intelegensi, bakat, minat dan motivasi.

Kecerdasan/intelegensi

Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya.

Menurut Kartono (1995:1) kecerdasan merupakan “salah satu aspek yang penting, dan sangat menentukan berhasil tidaknya studi seseorang. Kalau seorang murid mempunyai tingkat kecerdasan normal atau di atas normal maka secara potensi ia dapat mencapai prestasi yang tinggi.”

Slameto (1995:56) mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah.”

Bakat

Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Ungkapan ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu.”
Kartono (1995:2) menyatakan bahwa “bakat adalah potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata.”

 

Minat

Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenai beberapa kegiatan. Kegiatan yang dimiliki seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa sayang. Menurut Winkel (1996:24) minat adalah “kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.” Selanjutnya Slameto (1995:57) mengemukakan bahwa minat adalah “kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan, kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus yang disertai dengan rasa sayang.”

Motivasi

Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan. Nasution (1995:73) mengatakan motivasi adalah “segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.” Sedangkan Sardiman (1992:77) mengatakan bahwa “motivasi adalah menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu.”

Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) motivasi instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar. Sedangkan motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seseorang siswa yang menyebabkan siswa tersebut melakukan kegiatan belajar.

  1. b.      Faktor Ekstern

Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa, yaitu beberapa pengalaman-pengalaman, keadaan keluarga, lingkungan sekitarnya dan sebagainya. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga, keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat.”

 

Keadaan Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Slameto bahwa: “Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. Keluarga yanng sehat besar artinya untuk pendidikan kecil, tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa, negara dan dunia.”

Adanya rasa aman dalam keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Rasa aman itu membuat seseorang akan terdorong untuk belajar secara aktif, karena rasa aman merupakan salah satu kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk belajar.

 

Keadaan Sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Keadaan sekolah ini meliputi cara penyajian pelajaran, hubungan guru dengan siswa, alat-alat pelajaran dan kurikulum. Hubungan antara guru dan siswa kurang baik akan mempengaruhi hasil-hasil belajarnya. Menurut Kartono (1995:6) “guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar.” Oleh sebab itu, guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan, dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar.

 

Lingkungan Masyarakat

Di samping orang tua, lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalm proses pelaksanaan pendidikan. Karena lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak, sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada.

Dalam hal ini Kartono (1995:5) berpendapat: Lingkungan masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak, terutama anak-anak yang sebayanya. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anak-anak yang rajin belajar, maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

 

  1. A.    Metode Penelitian

“Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Tadjoer Ridjal dalam buku Metode Penelitian Kualitatif mengatakan bahwa penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif bertujuan untuk menggali atau membangun suatu proposisi atau menjelaskan makna dibalik realita. Peneliti berpijak pada realita atau peristiwa yang berlangsung di lapangan. Apa yang dihadapi dalam penelitian adalah dunia sosial sehari-hari. Penelitian seperti ini berupaya memandang apa yang sedang terjadi dalam dunia tersebut dan melekatkan dengan temuan-temuan yang diperoleh di dalamnya. Oleh karena itu apa yang dilakukan oleh peneliti selama di lapangan termasuk dalam suatu posisi yang berdasar kasus atau ideografis yang mengarahkan perhatian pada spesifikasi kasus-kasus tertentu.” (Bungin, 2001: 124).

Oleh karena  itu data penelitian juga berdasar atas refleksi peneliti mengingat keterlibatan peneliti secara langsung dalam fenomena kehidupan sosial masyarakat yang diangkat dalam penelitian.” (Bungin, 2001: 125). “Sejumlah tindakan di lapangan menggunakan beragam metode pengumpulan data, mulai dari wawancara, pengamatan, interpretasi dokumen sejarah oral dan pribadi, hingga introspeksi dan refleksi diri. Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan suatu uraian mendalam tentang ucapan, tulisan, dan tingkah laku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, organisasi tertentu dalam suatu konteks setting tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif dan holistic/menyeluruh.” (Ruslan, 2003: 213).

 

  1. B.     Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa bimbingan dan konseling kelas A.6 Universitas PGRI Yogyakarta.

  1. C.    Teknik Pengumpulan Data

Sebenarnya banyak sekali teknik yang dapat kita gunakan dalam pengumpulan data dari suatu penelitian. Namun semuanya itu memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Semakin banyak teknik yang digunakan maka semakin mengurangi kelemahan dari pengumpulan data tersebut.

Metode/teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dan  observasi.

  1. 1.    Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Maksud mengadakan  wawancara, seperti ditegaskan oleh Lincoln dan Guba (1985:266) antara lain: mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain – lain kebulatan; merekonstruksi kebulatan – kebulatan demikian sebagai yang dialami masa lalu; memproyeksikan kebulatan – kebulatan sebagai yang diharapkan untuk dialami pada masa yang akan datang; memverifikasi, mengubah, dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain, baik manusia maupun triangulasi; dan memverifikasi, mengubah dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota.

Menurut Banister dkk (1994 dalam Poerwandari 1998: 72 – 73) wawancara adalah percakapan dan tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Wawancara kualitatif dilakukan bila peneliti bermaksud untuk memperoleh pengetahuan tentang makna-makna subjektif yang dipahami individu berkenaan dengan topik yang diteliti, dan bermaksud melakukan eksplorasi terhadap isu tersebut, suatu hal yang tidak dapat dilakukan melalui pendekatan lain.

Wawancara memiliki bermacam-macam bentuk. Seperti yang dikemukankan oleh Patton (1980:197) yaitu: wawancara pembicaraan informal, pendekatan dengan petunjuk umum wawancara, dan wawancara baku terbuka.

Dalam penelitian ini menggunakan wawancara pembicaraan informal. Dalam wawancara ini pertanyaan yang diajukan sangat bergantung pada pewawancara sendiri. Hubungan dan suasananya pun biasa, wajar. Sedangkan pertanyaannya dan jawabannya seperti pembicaraan sehari-hari.

 

  1. 2.      Observasi

Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Menurut Kartono (1980: 142) pengertian observasi sebagai berikut: “studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan”. Selanjutnya dikemukakan tujuan observasi adalah: “mengerti ciri-ciri dan luasnya signifikansi dari inter relasinya elemen-elemen tingkah laku manusia pada fenomena sosial serba kompleks dalam pola-pola kulturil tertentu”.

Observasi adalah teknik yang esensial dalam pengumpulan data. Seperti dikemukakan oleh Patton (1990: 201 dalam Poerwandari, 1998: 63) menegaskan observasi merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian, apalagi penelitian dengan pendekatan kualitatif.

Observasi memiliki berbagai bantuk seperti dikemukakan oleh  Moleong (2001: 126-127) pengamatan dapat dibedakan menjadi: a) pengamatan berperan serta, b) pengamatan tidak berperan serta. Pengamatan juga dapat diklasifikasikan menjadi: a) pengamatan terbuka, apabila keberadaan pengamat diketahui oleh subjek yang diteliti, dan subjek memberikan kesempatan kepada pengamat untuk mengamati peristiwa yang terjadi dan subjek menyadari adanya orang yang mengamati apa yang subjek kerjakan, b) pengamatan tertutup apabila pengamat melakukan pengamatan tanpa diketahui oleh subjek yang diamati. Teknik observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi tertutup yaitu subjek tidak mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi.

  1. D.    Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Maret 2012 di Kampus 2 Universitas PGRI Yogyakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Moleong, J. Lexy. 2005. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda

Gibson, Robert L. & Mitchell, Marianne H. 2011. Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR ( Introduction to counselling and guidance)

Arikunto, Suharsimi. 1991. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktis. Jakarta: Rineka Cipta

Rakhmat, Jalaluddin.2009. psikologi komunikasi. Bandung: ROSDA

Fauziah. 2008. Jago Teknologi Informasi & Komusikasi SMP. Jakarta: media pusindo

Susana ( 2010:01. http://suzana-it.blogspot.com. Diakses 31 Desember 2011)

Rina(2009:01. http://rinakarlinarina.blogspot.com. Diakses 31 Desember 2011)

Risyana, Eka(2009:04. http://risyana.wordpress.com. Diakses 31 Desember 2011)

Indah(www.Carapedia.com. Diakses 30 Desember 2011)

kuswanto  (http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/observasi-pengamatan-langsung-di-lapangan/. Diakses 10 Januari 2012)

Heru (http://amheru.staff.gunadarma.ac.id/…/files/…/BAB+IV+Buku+(Baru).doc. Diakses 10 Januari 2012)