BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat kita pisahkan dari alur jalan hidup kita. Keduanya memang tidak dapat kita pisahkan. Keduanya berjalan searah dan serasi. Namun, masih banyak orang bahkan para pendidik sekali pun masih awam mengenai hal ini. Masih banyak yang kurang faham terhadap membedakan keduanya.

Sebenarnya pertumbuhan itu banyak berkaitan kedalam hal fisik sedangkan sebaliknya untuk perkembangan itu menilai dari segi psikis.Dalam era yang serba modern ini, banyak cara yang dapat kita gunakan untuk mengenalisisnya. Banyak teori-teori yang menunjangnya.

Awamnya kita dalam memahami perbedaan ini membuat kita sering salah tafsir terhadap keduanya. Sehingga kita seolah-olah di bodohi oleh itu semua padahal itu sangat mudah dan sangat dangkal.

 

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah yang dapat kami ambil adalah:

  1. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan?
  2. Apa saja ciri-ciri dari pertumbuhan dan perkembangan itu ?
  3. Bagaimanakah prispip tumbuh dan kembang manusia?
  4. Faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia?
  5. Bagaimana tahap tumbuh kembang manusia?
  6. Apa saja teori yang membahas tentang pertumbuhan dan perkembangan manusia?
  7. Apa saja tugas perkembangan manusia?

 

 

  1. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar kita semua mengerti dan memahami hal-hal yang berkaitan dengan:

  1. Pengertian pertumbuhan dan perkembangan.
  2. Ciri pertumbuhan dan perkembangan.
  3. Prinsip pertumbuhan dan perkembangan.
  4. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.
  5. Tahap-tahap tumbuh kembang.
  6. Teori-teori yang membahas pertumbuhan dan perkembangan.
  7. Tugas perkembangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

 

  1. A.  Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

 

Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, baik volume, bobot, dan jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke asal). Sedangkan, perkembangan adalah perubahan atau diferensiasi sel menuju keadaan yang lebih dewasa

Dalam pemahaman lain, kata tumbuh  berbeda dengan perkambangan. Pribadi yang bertumbuh mengandung arti yang berbeda dengan pribadi yang berkambang. Oleh karena itu dibedakan antara pertumbuhan dan perkembangan. Dalam pribadi manusia baik jasmaniah maupun rohaniah, terdapat dua bagian yang berbada sebagai kondisi yang menjadikan pribadi manusia berubah menuju kearah kesempurnaan. Adapun dua bagian kondisional pribadi manusia itu meliputi:

  1. Bagian pribadi material yang kuantitatif
  2. Bagian pribadi fungsional yang kualitatif,

Kenyataan itulah yang melahirkan perbadaan konsep antara pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada material sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan dari tidak ada menjadi ada, dari sedikit menjadi banyak, dan sebaginya. Ini tidak berarti, bahwa pertumbuhan itu hanya berlaku pada hal-hal yang bersifat kuantitatif, karena tidak selamnya material itu kuantitatif.

Dari uraian di atas dapatlah kita merumuskan arti perumbuhan pribadi sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan.

Perkembangan ialah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada mata fungsi organ-organ jasmaniah, bukan organ-organ jasmaniahnya itu sendiri. Penekanan arti perkembangan itu terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang disandang oleh organ-organ fisik, perkembangan akan berlanjut terus hingga manusia mengakhiri hayatnya. Sementara itu pertumbuhan hanya terjadi sampai manusia mencapai kematangan fisik. Yang artinya, orang tak akan bertambah tinggi atau besar jika batas pertumbuhan tubuhnya telah mencapai tingkat kematangan.

Selanjutnya, pembahasan mengenai perkembangan ronah-ronah psiko-fisik pada bagian ini akan penyusun fokuskan pada proses-proses perkembangan yang dipandang memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan belajar siswa. Proses perkambangan tersebut meliputi:

  1. Perkembangan motor (motor development), yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak (motor skills).
  2. Perkembangan kognitif (cognitive development), yakni  perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan atau kecerdasan otak anak.
  3. Perkembangan sosial dan moral (social and moral development), yakni proses perkambangan mental yang berhubungan dengan perubahan-perubahan cara anak dalam berkomunikasi dengan obyek atau orang lain, baik sebagai individu maupun sebagi kelompok.

Pertumbuhan adalah proses perubahan jasmani yang terjadi sampai mencapai kematangan fisik yang bersifat kuantitatif yang dialami oleh individu yang satu dengan yang lain berbeda.
Sedangkan perkembangan adalah perubahan individu yang lebih ke arah rohaniah yang menjadi unik untuk setiap individu, karena perkembangan individu berbeda, perkembangan juga memiliki pola-pola tersendiri yang khas yang hanya bisa diamati tanpa bisa diukur.

 

  1. B.  Ciri-ciri pertumbuhan dan Perkembangan

 

Pertumbuhan dan perkembangan dapat kita lihat dari tingkatan umur. Yaitu aspeknya :

  1. Perubahan dalam aspek fisik dan psikis

Fisik semakin besar dan tampak tanda-tanda seksualitas sekunder.  Mulai mampu berfikir rasional.

  1. Perubahan dalam proporsi

Terjadi dalam perkembangan mental. Perbandingan antara yang reel yang khayal dengan hal yang rasional semakin besar.

  1. Lenyapnya tanda-tanda yang lama

Kemampuan yang lama ada kini berubah. Misalnya bayi yang dulunya berbicara susu tapi ia bicaranya cucu.

  1. Diperoleh tanda-tanda baru

Baik dalam pengelolaan kata ataupun pengetahuan lainnya.

 

  1. C.  Prinsip tumbuh kembang manusia

 

            Prinsip pertumbuhan dan perkembangan manusia adalah:

  1. Perkembangan tidak terbatas dalam arti tumbuh menjadi besar namun merupakan rangkaian yang bersifat progesif, teratur, koheren dan berkesinambungan. Artinya bahwa dalam tahap perkembangan selalu ada keterkaitan dan tidak dapat saling terlepas.
  2. Perkembangan selalu menuju prosesdiferensiasi dan integrasi.Proses diferensiasi merupakan suatu kesatuan dan tidak dapat di pisahkan.
  3. Perkembangan di mulai dari respon-respon yang sifatnya umum menuju yang khusus.
  4. Perkembangan terjadi secara berantai.Artinya bahwa perkembangan pada manusia terjadi secara teratur misalnya perkembangan pada bayi mulai dari memiringkan badan, tengkurap, menganakat kepala, duduk, merangkak, berjalan, berbicara dan seterusnya.
  5. Setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan yang berbeda-beda.Karena perkembangan baik fungsi jasmani maupun rohani pada anak ada yang berkembang secara cepat dan ada juga yang berjalan secara lambat tergantung pada kematangan dan pengalaman pada diri anak tersebut.
  6. Perkembangan pada manusia tidak tetap kadang menurun dan kadang ada juga yang naik.
  7. Perkembangan pada setiap anak seperti juga organism lainnya memiliki dorongan dan hasrat mempertahankan diri dari hal-hal yang negatif.Dalam dorongan mempertahankan diri terdapat dorongan fisis maupun psikis dan selain mempertahankan diri itu ada pula dorongan dorongan untuk mengembangkan diri untuk mendapatkan kemajuan baru.
  8. Dalam perkembangan terdapat masa peka.Masa peka merupakan masa perkembangan anak pada saat suatu fungsi jasmani ataupun rohani dapat berkembang dengan cepat jika mendapat latihan yang secara terus menerus ataupun teratur.
  9. Perkembangan pada anak tidak hanya dipengaruhi oleh factor pembawaan sejak lahir tetapi dapat juga dipengaruhi oeh faktor lingkungan.

 

  1. D.  Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia

Dalam mempelajari perkembangan manusia diperlukan adanya perhatian khusus mengenai proses pematangan (khususnya pematangan fungsi kognitif), proses belajar dan pembawaan atau bakat. Karena ketiga hal berkaitan erat dan saling berpengaruh dalam perkembangan kehidupan manusia tak terkeculai para siswa sebagai peserta didik kita. Dikarenakan apabila fungsi kognitif, bakat dan proses belajar seseorang dalam keadaan positif, hamper dapat dipastikan siswa tersebut akan mengalami proses perkembangan kehidupan secara mulus. Akan tetapi, asumsi yang menjanjikan ini belum tentu terwujud, karena banyak faktor yang berpengaruh terhadap proses perkembangan siswa dalam menuju cita-cita bahagianya. Yaitu:

a)      Faktor internal

Merupakan faktor dari diri sendiri. Yaitu faktor keturunan — masa konsepsi. menentukan beberapa karakteristik seperti jenis  kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen. Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.

b)     Faktor eksternal / lingkungan

Yaitu faktor yang berasal dari luar diri seseorang. Yang Mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya

a. Keluarga

1)   Nilai, kepercayaan, adat istiadat, dan pola interaksi dan komunikasi.

2)   Fungsi :bertahan hidup, rasa aman, perkembangan emosi dan sosial, penjelasan mengenai masyarakat dan dunia, dan membantu mempelajari peran dan perilaku

b. Kelompok teman sebaya

1)   Lingkungan yang baru dan berbeda, memberi pola dan struktur yang berbeda dalam interaksi dan komunikasi, dan memerlukan gaya perilaku yang berbeda.

2)   Fungsi: belajar kesuksesan dan kegagalan, memvalidasi dan menantang pemikiran dan perasaan, mendapatkan penerimaan, dukungan dan penolakan sebagai manusia unik yang merupakan bagian dari keluarga; dan untuk mencapai tujuan kelompok dengan memenuhi kebutuhan dan harapan.

 

c. Pengalaman hidup

Pengalaman hidup dan proses pembelajaranmembiarkan individu berkembang dengan mengaplikasikan apa yang telah dipelajari. Tahapan proses pembelajarannya yaitu :

1)   Mengenali kebutuhan

2)   Penguasaan ketrampilan

3)   Menjalankan tugas

4)   Integrasi ke dalam seluruh fungsi

5)   Mengembangkan penampilan perilaku yang efektif.

d. Kesehatan

1)   Tingkat kesehatan — respon individu terhadap lingkungan dan respon orang lain pada individu

2)   Kesehatan prenatal (sebelum bayi lahir) mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari fetal (janin)

3)   Nutrisi adekuat

4)   Keseimbangan antara istirahat, tidur dan olahraga

5)   Kondisi sakit — ketidakmampuan untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan — tumbuh kembang terganggu

e. Lingkungan tempat tinggal

Meliputi: Musim, iklim, kehidupan sehari-hari dan status  sosial ekonomi

E. Tahap-Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

Tahap pertumbuhan dan perkembangan sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga ia meninggal.

  1. 1.      Neonatus (lahir – 28 hari)

Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsiorgan-organ. Mampu melihat dan mendengar.

  1. 2.      Bayi (1 bulan – 1 tahun)

Bayi usia 1-3 bulan :pada tahap ini bayi mampu :mengangkat kepala, mengikuti obyek dengan mata, melihat dengan tersenyum, bereaksi terhadap suara atau bunyi, mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak, menahan barang yang dipegangnya, dan mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh

  1. 3.      Todler (1-3 tahun)

peningkatan kemampuan psikososial dan perkembangan motoric. Anak usia 12-18 bulan : mulai mampu berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah, menyusun 2 atau 3 kotak, dapat mengatakan 5-10 kata , memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing.

  1. Pre sekolah (3-6 tahun)

Dunia pre sekolah berkembang.Selama bermain, anak mencoba pengalaman baru dan peran sosial.Pertumbuhan fisik lebih lambat.

Anak usia 3-4 tahun:

Pada tahap ini anak mampu berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga, berjalan pada jari kaki, belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri, menggambar garis silang, menggambar orang (hanya kepala dan badan), mengenal 2 atau 3 warna, bicara dengan baik, bertanya bagaimana anak dilahirkan, mendengarkan cerita-cerita, bermain dengan anak lain, menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya, dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana.

Anak usia 4-5 tahun :

Pada tahap ini mampu melompat dan menari, menggambar orang terdiri dari kepala, lengan dan badan, dapat menghitung jari-jarinya, mendengar dan mengulang hal-hal   penting dan cerita, minat kepada kata baru dan artinya, memprotes bila dilarang apa yang diinginkannya, membedakan besar dan kecil, menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa.

Anak usia 6 tahun:

Pada tahap ini ketangkasan meningkat, melompat tali, bermain sepeda, menguraikan objek-objek dengan gambar, mengetahui kanan dan kiri, memperlihatkan tempertantrum, mungkin menentang dan tidak sopan.

  1. 5.      Usia sekolah (6-12 tahun)

Kelompok teman sebaya mempengaruhi perilaku anak.Perkembangan fisik, kognitif dan sosial meningkat.Anak meningkatkan kemampuan komunikasi.

Anak usia 6-7 tahun :

Pada tahap ini seseorang sudah dapat membaca seperti mesin, mengulangi tiga angka mengurut ke belakang, membaca waktu untuk seperempat jam, anak wanita bermain dengan wanita, anak laki-laki bermain dengan laki-laki, cemas terhadap kegagalan, kadang malu atau sedih, peningkatan minat pada bidang spiritual.

Anak usia 8-9 tahun:

kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat, menggunakan alat-alat seperti palu,peralatan rumah tangga, ketrampilan lebih individual, ingin terlibat dalam segala sesuatu, menyukai kelompok dan mode, mencari teman secara aktif.

Anak usia 10-12 tahun:

Pertambahan tinggi badan lambat, pertambahan berat badan cepat, perubahan tubuh yang berhubungan dengan pubertas mungkin tampak, mampu melakukan aktivitas seperti mencuci dan menjemur pakaian sendiri, memasak, menggergaji, mengecat, menggambar, senang menulis surat atau catatan tertentu, membaca untuk kesenangan atau tujuan tertentu , teman sebaya dan orang tua penting, mulai tertarik dengan lawan jenis, sangat tertarik pada bacaan, ilmu pengetahuan.

  1. 6.      Remaja (12-18/20 tahun)

Konsep diri berubah sesuai dengan perkembangan biologi, Mencoba nilai-nilai yang berlaku, Pertambahan maksimum pada tinggi,berat badan, Stres meningkat terutama saat terjadi konflik, Anak wanita mulai mendapat haid, tampak lebih gemuk, Berbicara lama di telepon, suasana hati berubah-ubah (emosi labil), kesukaan seksual mulai terlihat, menyesuaikan diri dengan standar kelompok

Pada akhir masa remaja : mencapai maturitas fisik, mengejar karir, identitas seksual terbentuk, lebih nyaman dengan diri sendiri, kelompok sebaya kurang begitu penting, emosi lebih terkontrol, membentuk hubungan yang menetap.

  1. 7.      Dewasa muda (20-40 tahun)

Pada tahap ini gaya hidup personal berkembang, Membina hubungan dengan orang lain, ada komitmen dan kompetensi, membuat keputusan tentang karir, pernikahan dan peran sebagai orang tua, Individu  berusaha mencapai dan menguasai dunia, kebiasaan berpikir rasional meningkat, pengalaman pendidikan, pengalaman hidup dan kesempatan dalam pekerjaan meningkat.

 

 

  1. 8.      Dewasa menengah (40-65 tahun)

Gaya hidup mulai berubah karena perubahan-perubahan yang lain, seperti anak meninggalkan rumah, anak-anaknya telah tumbuh dewasa dan mulai meninggalkan rumah, dapat terjadi perubahan fisik seperti muncul rambut uban, garis lipatan pada muka, dan lain-lain, waktu untuk bersama lebih banyak , Istri menopause, pria ingin merasakan kehidupan seks dengan cara menikah lagi (dangerous age).

  1. 9.      Dewasa tua

a. Young-old (tua-muda), 65-74 tahun : beradaptasi dengan masa pensiun (penurunan penghasilan), beradaptasi dengan perubahan fisik, dapat berkembang penyakit kronik.

  1. Middle-old (tua-menengah), 75-84tahun : diperlukan adaptasi terhadap penurunan kecepatan dalam pergerakan, kemampuan sensori dan peningkatan ketergantungan terhadap orang lain.
  2. Old-old (tua-tua), 85 tahun keatas : terjadi peningkatan gangguan kesehatan fisik.

 

 F. Teori-teori Tumbuh Kembang

  1. 1.      Teori Perkembangan Psikoseksual (Sigmund Freud)
  2. 2.      Teori perkembangan Psikososial (Erik H Erickson )
  3. 3.      Teori perkembangan Kognitif Piaget (1952)
  4. 4.      Teori perkembangan moral Kohlberg (1968)

Salain teori diatas masih ada teori yang lain yaitu :

a)      Aliran nativisme (pembawaan)

Pada aliran nativisme di kemukakan bahwa manusia yang baru dilahirkan telah memiliki bakat dan pembawaan,baik karena berasal dari keturunan orang tuanya maupun karena di takdirkan seperti itu.

b)      Aliran Empirisme (Lingkungan)

Aliran empirisme merupakan aliran yang mengemukakan bahwa factor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan seseorang sedangakan faktor bakat tidak ada pengaruhnya.

 

c)      Aliran Konvergensi (persesuaian)

Aliran kovergensi merupakan aliran yang mengemukakan bahwa dalam perkembangan factor hereditas (pembawaan) dan limgkungan sama-sama penting

d)      Aliran Konstruktivisme

Pada aliran ini merupakan suatu aliran yang menekankan bahwa pengetahuan yang di peroleh merupakan bentukan atau konstruksi dari diri sendiri.

 

e)      Aliran gestalt

Pada aliran ini seseorang dalam memperoleh pengetahuan yang di dapat dengan memandang sensasi secara keseluruhan suatu objek yang memiliki struktur atau pola-pola tertentu.

 

f)        Aliran humanistik

Pada aliran ini menekankan pada pentinngnya kesadaran aktualisasi pada diri dan hal-hal yang bersifat positif pada seseorang.

 

G.  Tugas Perkembangan

  1. Infancy & Early Childhood  (masa bayi dan kanak-kanak awal)

a)    Belajar berjalan, mengambil makanan padat

b)   Belajar bicara

c)    Belajar mengontrol eliminasi (urin & fekal)

d)   Belajar tentang perbedaan jenis kelamin

e)    Membentuk konsep-konsep sederhana mengenai kenyataan sosial dan fisik

f)    Belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mengembangkan hati nurani

g)   Belajar mengadakan hubungan emosi

 

  1. Middle childhood (masa sekolah)

a)    Membangun perilaku yang sehat

b)   Belajar ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang luar biasa

c)    Belajar bergaul dengan teman sebaya

d)   Belajar peran sosial terkait dengan maskulinitas dan feminitas

e)    Mengembangkan ketrampilan dasar seperti membaca, menulis dan berhitung

f)    Mengembangkan konsep-konsep yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari

g)   Membangun moralitas, hati nurani dan nilai-nilai

h)   Pencapaian kemandirian

i) Membangun perilaku dalam kelompok sosial maupun institusi (sekolah)

  1. 3.      Adolescence (remaja )

a)      Membina hubungan baru yang lebih dewasa dengan teman sebaya baik laki maupun perempuan

b)      Pencapaian peran sosial maskulinitas atau feminitas

c)      Pencapaian kemandirian emosi dari orang tua, orang lain

d)     Pencapaian kemandirian dalam mengatur keuangan

e)      Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan secara efektif

f)       Memilih dan mempersiapkan pekerjaan

g)      Mempersiapkan pernikahan dan kehidupan keluarga

h)      Membangun ketrampilan dan konsep-konsep intelektual yang perlu bagi warga negara

i)        Pencapaian tanggungjawab sosial

j)        Memperolah nilai-nilai dan system etik sebagai penuntun dalam berperilaku

  1. Early Adulthood (dewasa muda)

a)      Memilih pasangan dan Belajar hidup bersama orang lain sebagai pasangan

b)      Mulai berkeluarga dan  Membesarkan anak

c)      Mengatur rumah tangga

d)     Mulai bekerja

e)      Mendapat tanggungjawab sebagai warga negara

f)       Menemukan kelompok sosial yang cocok

 

  1. a.      Middle-age (dewasa lanjut)

1)   Mendapat tanggungjawab sosial dan sebagai warga negara

2)   Membangun dan mempertahankan standard ekonomi keluarga

3)   Membimbing anak dan remaja untuk menjadi dewasa yang bertanggungjawab dan menyenangkan

4)   Mengembangkan kegiatan-kegiatan di waktu luang

5)   Membina hubungan dengan pasangannya sebagai individu

6)   Mengalami dan menyesuaikan diri dengan beberapa perubahan fisik

7)   Menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai orang tua yang bertambah tua

  1. b.      Later maturity (usia lanjut)

1)      Menyesuaikan diri dengan penurunan kekuatan fisik dan kesehatan

2)      Menyesuaikan diri dengan situasi pensiun dan penghasilan yang semakin berkurang

3)      Menyesuaikan diri dengan keadaan kehilangan pasangan (suami/istri)

4)      Membina hubungan dengan teman sesama usia lanjut

5)      Melakukan pertemuan-pertemuan sosial

6)      Membangun kepuasan kehidupan

7)      Kesiapan menghadapi kematian

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. Simpulan

Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, baik volume, bobot, dan jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke asal). Sedangkan, perkembangan adalah perubahan atau diferensiasi sel menuju keadaan yang lebih dewasa.

Pertumbuhan dan perkembangan setiap manusia berbeda serta memiliki tahap-tahap,ciri-ciri dan prinsip tertentu yang pasti dilalui. Pertumbuhan dan perkembangan terjadi selama manusia itu hidup.

Tugas perkembangan itu sangat penting dalam menentukan masa depan. Apabila ia tidak dapat memenuhinya maka masa depannya kurang baik.

 

  1. Saran

Berdasarkan makalah yang telah kami susun, maka ada beberapa saran yang dapat kami berikan :

  1. Sebagai calon konselor diharapakan mampu memahami pertumbuhan dan perkembangan manusia.
  2. Kita harus mampu memenuhi fungsi perkembangan kita.
  3. Kita harus mamapu membedakan antara pertumbuhan dan perkembangan.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Hartono, Agung dan Sunarto.2002. PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK. Rineka Cipta: Jakarta

http://rosy46nelli.wordpress.com

http://belajarpsikologi.com/karakteristik-remaja/ 19 11 2011

http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/15/pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-manusia/

Mappiare, Andi.1982.Psikologi Remaja.Surabaya:Usaha Nasional

http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/2008/05/26/pertumbuhan-fisik-kesehatan-remaja/

http://anakciremai.blogspot.com/2008/07/makalah-psikologi-tentang-fisik-remaja.html

http://www.okanegara.com

http://sofia-psy.staff.ugm.ac.id/files/remaja_dan_permasalahannya.doc